Info Penting!
Telah dibuka! Program Awal Ramadhan 2017 *3 or *4 Ready!!!
Update
Dibuka!!Program Itikaf 15 Hari Hotel *3 Akhir Ramadhan 2017
Berita
Quota Haji plus Tahun 2019 Habis!!
0811 808 1025
0811 808 1025
0811 808 1025

0811 808 1025

Tata Cara Thowaf untuk Haji dan Umroh

Persiapan Sebelum Thowaf :

  • Tetap membaca talbiyah hingga masuk Masjid Al Harom
  • Masuk Masjid Al Harom dengan mendahulukan kaki kanan dan berdo’a :

“Dengan nama Alloh, semoga sholawat dan salam tercurahkan kepada Rosululloh. Ya Alloh, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku”.

(Hasan Hadits Riwayat Ibnu Majah no.773, dan Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 86 dari Abu Hurairoh.  Diriwayatkan juga oleh Abu Dawud no. 465 dan Ibnu Majah no. 772, dan lainnya dari Abu Humaid as-Sa’idiy)

  • Berdo’a Ketika Melihat Ka’bah
  • Ketika anda melihat Ka’bah yang mulia, angkatlah kedua tangan anda (seperti ketika berdo’a) sambil mengucapkan do’a berikut ini, sebagaimana yang dilakukan ‘Umar bin al Khoththob :

“Ya Alloh, Engkau adalah Mahasejahtera, dari Engkau pula kesejahteraan, maka hidupkanlah kami wahai Robb kami dalam kesejahteraan”. (Hasan Hadits Riwayat Al Baihaqi V/73 sanadnya hasan, dihasankan oleh Syeikh Al Bani).

  • Tidak Mengerjakan Sholat Sunnah Tahiyyatul Masjid Ketika Pertama Kali Masuk Masjid Al Harom

Ketika Thowaf

  • Sebelum thowaf pastikan posisi kain ihram pada pundak bagian kanan terbuka.

Putaran Pertama

  • Mengusap Hajar Aswad dengan tangan kanan, lalu menciumnya (Shohih HR.Muslim no. 1268 [246]). Hal ini dilakukan pada setiap putaran jika memungkinkan, sambil membaca : “Allaahu Akbar” atau “Bismillahi Allaahu Akbar”
  • Jika tidak mungkin menciumnya maka : cukup mengusapnya dengan tangan kanan lalu mencium tangan tersebut sambil membaca dzikir tersebut di atas
  • Jika tetap tidak mungkin mengusapnya dengan tangan,maka cukup memberi isyarat kepadanya dengan tangan kanan sambil mengucapkan do’a diatas tanpa perlu mencium tangan tersebut.
  • Mengusap Rukun Yamani dengan tangan kanan tanpa membaca do’a/dzikir tertentu pada setiap putaran apabila hal itu memungkinkan.
  • Ketika berjalan dari Rukun Yamani menuju Hajar Aswad pada setiap putarannya dianjurkan membaca :

“Ya Robb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari adzab Neraka”.

(Hasan Hadits Riwayat Abu Dawud no. 1892, dan lainnya)

  • Jika memungkinkan maka lakukanlah Iltizam.
  • Tidak ada bacaan, wirid, atau dzikir tertentu ketika thowaf, akan tetapi anda dianjurkan untuk memperbanyak berdzikir mengingat Alloh.
  • Bacaan yang mudah yaitu membaca :

Subhanallah

  • Atau membaca :

Tahmid tahlil takbir

  • Atau membaca:

IstighfarPutaran Kedua dan Ketiga

  • Lakukan hal yang sama seperti pada Putaran Pertama.

Putaran Keempat sampai Ketujuh

  • Lakukan hal yang sama seperti pada Putaran Pertama, hanya saja pada putaran keempat sampai putaran ketujuh ini laki-laki tidak lagi berlari-lari kecil.

Setelah Thowaf

  • Tutuplah kedua pundak anda Lalu menuju Maqom Ibrohim sambil membaca :
  • Kerjakanlah Sholat Sunnah Ba’da Thowaf  Dua Roka’at di Belakang Maqom Ibrohim Jika Memungkinkan
  • Namun jika tempat tersebut dipenuhi oleh orang-orang yang sholat, maka sholatlah di mana saja anda mendapat tempat di Masjid Al Harom.
  • Bacaan Dalam Sholat Tersebut :
    • Roka’at pertama membaca Al Fatihah
    • Lalu membaca Surat Al Kafirun pada roka’at pertama
    • Pada roka’at kedua setelah membaca Al Fatihah, dilanjutkan membaca Surat Al Ikhlas
  • Setelah Sholat Dua Roka’at, Dianjurkan Minum Air Zamzam
  • Karena ia memiliki banyak keutamaan. Diantaranya Nabi bersabda :

“Air Zamzam (tergantung) dari niat orang yang meminumnya”.

(Shohih Hadits Riwayat Ahmad III/357,372, dan Ibnu Majah no.3062)

  • Dianjurkan untuk menuangkannya di atas kepala sambil berdo’a Abdulloh bin Abbas, ketika beliu meminumnya, yaitu :

“Ya Alloh, sesungguhnya aku mohon kepada Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang luas, dan penawar (obat) bagi semua penyakit”.

(Hadits Riwayat Ad Daroquthni no. 2701, dan Al Hakim I/473)

  • Setelah Minum Air Zamzam dan Sebelum Melaksanakan Sa’i Umroh, dianjurkan Kembali ke Hajar Aswad untuk Mengusap dan Menciumnya
  • Jika tidak mampu mendekat, maka cukup memberi isyarat kepadanya dari jauh dengan tangan dengan membaca “Allohu Akbar ” atau “Bismillahi Alluhu Akbar”.

Etika Thowaf :

  1. Janganlah mendesak, mendorong, apalagi menyakiti sesama jama’ah.
  2. Thowaf mengelilingi Ka’bah dan menjadikan Ka’bah berada di sebelah kiri sisi badan kita.Laki-laki disunnahkan berlari-lari kecil antara Hajar Aswad dan Rukun Yamani pada tiga putaran pertama.

Catatan tambahan yang perlu diketahui ada saat sedang thowaf :

  1. Jika wudhu anda batal maka segeralah berwudhu lalu ulangi putaran thowaf anda, tanpa harus mengulangi dari putaran pertama. Misalnya wudhu anda batal pada putaran keempat, maka setelah berwudhu anda hanya mengulangi putaran yang keempat lalu lanjutkan thowaf hingga selesai. (Lihat Nubdzatut Tahqiiq hal.39)
  2. Jika anda sedang thowaf lalu iqomat dikumandangkan, maka sholatlah bersama imam Masjidil Harom, sesudah salam maka lanjutkan thowaf dari tempat sholat anda.
  3. Jika anda ragu terhadap jumlah putaran thowaf yang telah dikerjakan, apakah tiga putaran atau empat, maka ambilah bilangan yang terkecil, yaitu tiga, lalu lanjutkan hingga selesai.
  4. Pada akhir thowaf (akhir putaran ketujuh) ketika anda telah kembali di Hajar Aswad, anda tidak lagi mengusap Hajar Aswad dan tidak pula mengangkat tangan memberi isyarat kepadanya, cukup dengan menghadapnya. Dan thowaf selesai.
  5. Putaran Kedua dan Ketiga, Lakukan hal yang sama seperti pada Putaran Pertama.
  6. Putaran Keempat sampai Ketujuh. Lakukan hal yang sama seperti pada Putaran Pertama, hanya saja pada putaran keempat sampai putaran ketujuh ini laki-laki tidak lagi berlari-lari kecil.